Monthly Archives: Januari 2012

Project running LED pada Atmega8535 dengan codevisionAVR

1. INTERFACING LED TO ATMEGA8535

Berikut adalah beberapa aplikasi praktik yang nantinya dapat lebih menjelaskan fungsi dan fasilitas input/output.
Rangkailah rangkaian berikut (hardware atau simulasi proteus)

APLIKASI 1:  OUTPUT
•  Setting Hardware:

1. Hubungkan PORTC minimum sistem dengan led array menggunakan kabel pita.

2. Hubungkan  downloader dengan Min Sys Atmega8535

3. Hidupkan saklar power, led power pada Min Sys Atmega8535 harus dalam keadaan nyala.

•  Programming:

1. Buka CV AVR., pilih File->New->Project.

2. Klik YES ketika terdapat option untuk meggunakan codeWizardAVR.

3. Pilih chip yang akan digunakan ATMEGA8535 dengan harga clock 4 Mhz.

4. Klik tab Ports, pilih tab Port C seperti pada gambar, ubah setting bit 0 – bit 7 sebagai out.

Hasil setting ini berpengaruh pada nilai register DDRxn, dan PORTxn.

5. Setting selesai, untuk mengenerate program pilih File >> Generate, Save, and Exit.

6. Buat direktori  dengan nama io1.

7. Save file CV AVR dengan nama io1.cwp pada direktori io1.

8. Save file .C dengan nama io1.c pada direktori io1.

9.  Save file project dengan nama io1.prj pada direktori io1.

•  Project Setting

1. Terlihat pada tampilan CV AVR kode yang telah digenerate. Konfigurasi project dengan memilih menu project >> configure.

2. Pilih tab after make, aktifkan program the chip. Terlihat tampilan seperti pada gambar dibawah,

setting ini akan membantu kita mengotomasi untuk langsung memrogram chip ketika kita

selesai Make Project File.

•  Listing Program

1. Sekarang perhatikan kode bahasa C pada bagian setting register DDRxn, dan PORTxn,tampak sebagai berikut,

DDRC = 0xFF yang berarti 8 bit port C difungsikan sebagai output.  PORTC = 0×00

berarti nilai awalan output adalah 0 (low)

2. Nilai register PORTC diatas adalah nilai awalan pada saat mikrokontroller start-up, kitabisa mengubah nilai output port C dengan mengubah nilai register PORTC pada loopingwhile.

PORTC = 0xCD, nilai output port C adalah CD dalam bentuk hexa atau 11001101 dalam bentuk biner.

3. Program chip dengan memilih menu Project >> Make atau dengan menekan shift + F9.

Jika pada kode masih terdapat kesalahan/error akan terlihat pada message.
4. Klik Program, jika ada kesalahan periksa kembali setting hardware.

5. Perhatikan led array, lampu led akan menyala 11001101 jika diurut dari Port7- Port0.

6. Ulangi langkah 2 sampai 6 dengan memberikan nilai PORTC yang berbeda beda pada looping while. Perhatikan perubahan nyala led pada led array.

Download Project running LED pada Atmega8535 dengan codevisionAVR

Sumber Link

 

 

SISTEM MINIMUM MIKROKONTROLER

Mikrokontroler adalah suatu keping IC dimana terdapat mikroprosesor dan memori program (ROM) serta memori serbaguna (RAM). Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard’s Risc prosesor) memiliki arsitektur RISC 8 bit, di mana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Sistem minimum (sismin) mikrokontroler adalah rangkaian elektronik minimum yang diperlukan untuk beroperasinya IC mikrokontroler. Sismin ini kemudian bisa dihubungkan dengan rangkaian lain untuk menjalankan fungsi tertentu. Di keluarga mikrokontroler AVR, seri 8535 adalah salah satu seri yang sangat banyak digunakan.


Arsitektur ATMega8535
* Saluran IO sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C dan Port D
* ADC 10 bit sebanyak 8 Channel
* Tiga buah timer / counter
* 32 register
* Watchdog Timer dengan oscilator internal
* SRAM sebanyak 512 byte
* Memori Flash sebesar 8 kb
* Sumber Interrupt internal dan eksternal
* Port SPI (Serial Pheriperal Interface)
* EEPROM on board sebanyak 512 byte
* Komparator analog
* Port USART (Universal Shynchronous Ashynchronous Receiver Transmitter)

 

 

 

Konfigurasi Pin ATMega8535
– VCC merupakan Pin yang berfungsi sebagai pin masukan catudaya
– GND merupakan Pin Ground
– Port A (PA0…PA7) merupakan pin I/O dan pin masukan ADC
– Port B (PB0…PB7) merupakan pin I/O dan pin yang mempunyai fungsi khusus yaitu Timer/Counter, komparator Analog dan SPI
– Port C (PC0…PC7) merupakan port I/O dan pin yang mempunyai fungsi khusus, yaitu komparator analog dan Timer Oscillator
– Port D (PD0…PD1) merupakan port I/O dan pin fungsi khusus yaitu komparator alecndcdnndncdjnjdnanalog dan interrupt eksternal serta komunikasi serial
– RESET merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler
– XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal
– AVCC merupakan pin masukan untuk tegangan ADC
– AREF merupakan pin masukan tegangan referensi untuk ADC

 

Untuk membuat rangkaian system minimum Atmel AVR 8535 diperlukan beberapa komponen yaitu:

1. IC mikrokontroler ATmega8535
2. 1 XTAL 4 MHz atau 8 MHz (XTAL1)
3. 3 kapasitor kertas yaitu dua 22 pF (C2 dan C3) serta 100 nF (C4)
4. 1 kapasitor elektrolit 4.7 uF (C12) 2 resistor yaitu 100 ohm (R1) dan 10 Kohm (R3), push button

 

Skema Rangkaian Sistem Minimum
Mikrokontroler ATmega8535

 

MEMBUAT CLOCK DENGAN IC NE555

Untuk anda yang mungkin masih awal di dalam dunia elektronika pastinya ingin membuat sebuah project elektronika yang sederhana dan asik jika dilihat apabila sudah selesai merakit. Atau untuk anda yang mahir, hanya sekedar ingin membuat sebuah kontrol lampu berkedip sederhana.

 

membuat sebuah kontrol lampu berkedip sederhana dengan menggunakan sebuah IC timer yaitu NE555. IC ini merupakan IC yang sangat sering ditemukan di berbagai toko komponen elektronika. Jadi untuk anda yang ingin membuat lampu berkedip ini untuk memperoleh komponen nya sudah tidak masalah lagi.

Rangkaian yang akan kita buat kali ini hanya menggunakan sebuah IC dan empat buah resistor ditambah dengan sebuah kapasitor. Dua buah led dipasangkan sebagai led toggle yang akan menyala secara bergantian.

Prinsip kerja lampu berkedip sederhana ini adalah kita memanfaatkan sifat dari IC tersebut yaitu ada dua astabil dan monostabil, kita menggunakan salah satunya.

 

 

Kapasitor disini berfungsi sebagai media penyimpan tegangan yang akan digunakan pada IC timer sebagai referensi waktu pengisian dan pembuangan muatan yang akan menentukan lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat kondisi toggle dari keluaran kaki 3.

Sedangkan resistor yang digunakan adalah sebagai hambatan seberapa cepat pembuangan terjadi. danjuga mempengaruhi waktu untuk LED berkedip.